Selasa, 24 April 2012

Anatomi

 

Akar : terdiri dari jaringan pelindung yaitu epidermis yang berada di lapisan paling luar dari penampang melintang dari organ akar. Diebelah dalam organ akar terdapat lapisan korteks yang terdiri dari sel parenkim lapisan terdalam dari lapisan ini adalah suatu lapisan yang terlihat seperti lingkaran dalam yang disebut lapisan endodermis. Lapisan ini merupakan pembatas antara lapisan korteks dan lapisan stele. Di lapisan endodermis ini terdapat suatu lapisan tipis yang tersusun dari sel gabus yang disebut pita kaspari lapisan ini menyebabkan air tidak dapat mengalir ke dalam stele secara apoplas. Sehingga air harus berdifusi ke dalam sel yaitu melalui protoplasma. Bagian dalam dari endodermis adalah stele, pada lapisan ini terdapat xylem dan floem. Xylem terdapat disebelah dalam dan berfungsi untuk mentransporkan air ke seluruh tubuh tumbuhan.

Batang : Di bawah meristem apikal berlangsung deferensiasi dan pendewasaan jaringan. Jika bagian-bagian batang muda diamati dengan pertolongan mikroskop, maka dapat dibeda-bedakan susunan jaringan berikut ini dari bagian luar menuju ke tengah batang. Epidermis diliputi oleh bahan bersifat seperti lipoid yang sangat resisten disebut kutin. Lapisan kutin yang tipis ini dinamakan kutikula. Bila lapisan ini menebal maka tidak bisa dilalui air dan gas. Pertukaran gas berlangsung melalui mulut daun (stoma). Terdapat organ tambahan pada epidermis yaitu semacam rambut, disebut kutikula. Daerah antara epidermis dan jaringan pembuluh dinamakan korteks. Pada korteks dapat dijumpai tiga tipe jaringan : parenkima, kolenkima, dan sklerenkima. Parenkima berfungsi menyimpan makanan dan pada batang yang masih hijau melakukan fotosintesis. Kolenkima dan sklerenkima bermafaat untuk memperkuat jaringan . sel kolenkima mempunyai dinding tidak berlignin yang biasanya mengalami penebalan di sudut-sudutnya. Sel sklerenkima mepunyai dinding yang sangat tebal, kebanyakan berlignin.

Daun : Fungsi utamanya adalah untuk fotosintesis. Daun tersusun atas epidermis atas, seludang berkas pembuluh, tulang daun ( xilen dan floem), epidermis bawah, parenkim palisade, parenkim bunga karang, dan stoma. Lapisan paling atas yaitu epidermis atas yang berfungsi untuk melindungi sel-sel daun. Pada tanaman ini epidermis atas bermodifikasi menjadi lapisan lilin yang tipis. Parenkim palisade di temukan di bawah epidermis. Sebelah bawah palisade terdapat jaringan mesofil bunga karang yang mempunyai banyak rongga antar sel. Pada tulang-tulang daunnya masih terdapat berkas pengangkut yang menyerupai pada batang.

Buah : Buah memiliki lapisan epikarpium dan mesokarpium saja. Epikarpium adalah lapisan paling luar, lapisan ini bermodifikasi menjadi lapisan lilin yang tipis. Mesokarpium yaitu daging buahnya yang tebal. Antara mesokarpium dan ruang ovarium tidak memiliki batas atau endokarpium.

Bunga : Terdiri dari daun kelopak (sepal), daun mahkota (petal), benang sari (stamen)., dan daun buah (karpel). Karpel berupa organ tunggal atau dapat berupa kumpulan, dan membentuk putik (pistil), yang terdiri atas tiga bagian yang dapat dibedaka : bagian dasar-bakal buah (Ovarium); bagian tengah yang ramping-turus (stilus); dan bagian atas-kepala putik (stigma). Ovarium mengandung bakal biji (ovul) yang melekat pada papan

Biji (lokul); ovul ini menghasilkan gamet betina-sel telur. Serbuk sari disebarkan oleh angin atau serangga dari kepala sari yang masak ke kepala putik bunga. Proses ini disebut openyerbukan (polinasi). Serbuk sari berkecmbah pada kepala putik untuk membentuk tabung sari, yang berisi dua sel sperma. Bila tabung sari berhasil menebus bakal biji, salah satu dari sel sperma membuahi sel telur dan terbentuklah zigot. Pada taraf ini karpel mulai tumbuh dan membentuk buah dan selanjutnya ovul berubah menjadi biji. Embrio berkembang dari zigot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar