Sabtu, 07 Mei 2011

ALAT PENGENDALI GULMA



ALAT PENGENDALIAN GULMA

Gulma adalah perampok, gulma merampok keuntungan petani dengan menurunkan kualitas hasil panen, merampok dengan menurunkan hasil tanaman budidaya,, dengan member tempat kepada serangga yang merusak tanaman, dengan mengurangi nilai tanah, dan gulma dapat menjadi begitu lebat sehingga tanaman budidaya harus ditinggalkan, sehingga gulma dapat merampok rumah petani. Oleh karena itu, petani harus berjuang untuk mengendalikan gulma dengan segala sarana yang mereka punyai. Alat utama petani untuk memerangi gulma adalah ;
1.      Pendangiran dengan mengaduk tanah
2.      Penggunaan zat kimia
3.      Penggunaan api
4.      Meletakkan lembaran – lembaran plastic diatas larikan tanaman

1.      PENDANGIR
Pendangir adalah suatu bentuk kegiatan yang membutuhkan semacam alat yang akan mengaduk permukaan tanah sampai kedalaman yang sedikit saja dengan cara sedemikian rupa, hingga gulma yang masih kecil bias dimusnahkan dan pertumbuhan  budidaya  dapat ditingkatkan. Pendangiran untuk mengendalikan gulma dengan pengadukan tanah dapat dimulai pada lahan siap tanam sebelum penanaman. Setelah penanaman tanah dapat didangir, yang untuk sementara tanaman dilakukan sebelum tanaman – tanaman muncul diatas permukaan tanah. Pendangiran biasanya dimulai segera setelah munculnya semaian tanaman diatas tanah, mengingat bahwa gulma juga muncul pada saat yang bersamaan.

Tujuan utama  Pendangiran tanaman adalah :

1.      Menahan lengas dengan
a.       Membasmi gulma
b.      Melonggarkan mulsa pada permukaan
c.       Menahan air hujan
2.      Mengembangkan bahan makanan tanaman
3.      Aerasi tanah yang memungkinkan oksigen masuk kedalam tanah
4.      Meningkatkan kegiatan jasad renik (mikroorganisme)

Pendangir dipasang di bagian tengah – depan traktor
Pendangir terpasang ditengah – depan traktor tersedia di dalam ukuran 1, 2, 4, 6 dan 8 larik.
1.      Pendangir 1 larik, dipasang pada traktor untuk satu bajak, cocok untuk usaha tani kecil dan lahan bersengkedan dengan larikan yang melengkung
2.      Pendangir 2 larik, cocok untuk usaha tani ukuran sedang dan lahan yang mempumyai larikan tanaman baik lurus maupun yang membelok sedikit demi sedikit.
3.      Pendangir untuk 4 sampai 12 larikan cocok untuk usaha tani yang besar dan lahan datar, yang larikan tanamannya lurus sampai jarakyang panjang.segala ukuran dapat digunakan baik untuk lahan yang rata maupun lahan yang bergulut, namu tidak cocok untuk lahan dengan paliran dalam. Rangkaian pendangir diangkat dan diturunkan secara hidraulik dan dalam beberapa hal dikendalikan secara hidraulik untuk mengatur kedalaman pendangiran.

Pendangir terpasang belakang
Pendangir terpasang belakang biasanya merupakan rakitan unit terpasang pada teraktor yang dilengkapi dengan sambungan tiga titik sebagai satu unit. Tiap – tiap rangkaian dilengkapi dengan roda ukur pengatur kedalaman pendangiran. Rangkaian tersebut dipasang pada batang alat atau batang rangka.

Rangkaian untuk pendangir
Rangkaian pendangir atau anjungan pendangir terdiri atas suatu balok yang padanya dipasang tangki atau tiang yang mempunyai kaki yang dapat diatur, dipasang dengan sudut sedemikian rupa, hingga padanya dapat dipasang dengan baut suatu singkup atau sikat. Ada satu rangkaian untuk masing – masing sisi tiap larik. Pendangir 1 rarik mempunyai 2 rangkaian, pendangir 4 larik mempunyai 8 rangkaian, dan pendangir 8 larik mempunyai 16 pangkaian. Banyak sekali tipe rakitan yang dirancang agar sesuai dengan aneka tanaman, tanah, dan usaha tani yang berbeda – beda. Jumlah dan tipe anggota bagian pengaduk tanah biasanya menentukan gaya rangkaian.
Balok dapat terdiri atas suatu pipa lurus, batang dengan penampang bujur sangkar atau balok yang terbuat dari baja batangan yang pipih. Balok pipa memerlukan palang silang untuk menunjang tangkai, sehingga bagian pengaduk tanah dapat diatur kesamping sesuai dengan fariasi jumlah tangkai dan ukuran spu sorong. balok batang bujur sangkar dibengkokkan ke samping sehingga tangkai – tangkai dapat langsung dikelem pada batang padi.
Pada kondisi – kondisi yang berat, rangkaian – rangkaian tersebut ditahan terpisah pada jarak yang sama dengan batang ruangan, lengkungan atau pengikat – pengikat kaki.
Rangkaian dapat dipindahkan ke samping pada batang kerangka disesuaikan dengan jarak antar larikan yang berbeda – beda. Bila baut – baut terpasang kuat – kuat, rangkaian tersebut ditahan dengan kokoh ditempatnya. Tak ada kemungkinana untuk pemindahan rangkaian kesamping selai dengan menggunakan traktor.
Bagian belakang pendangir yang terpasang pada traktor terdiri atas 3 balok, tangkai dan sapu sorong. sapu – sapu sorong ini sering disebut dengan istilah bajak penggaruk, karena alat itu membajak tapak roda traktor.
3 buah pengangkat tangki tersedia untuk daerah – daerah yang batuan dan akar – akar masih ada di permukaan tanah. Tipe – tipe tersebut adalah ; pengangkut pegas (spring-trip), pemutus dan gesekan (friksi). Dimana tidak ada penghalang didalam tanah, dapat digunakan tangki baja bundar yang kokoh. Tangki yang tegar digunakan untuk penggulud piringan (disk-hiller) dan piringan pembuat rintangan ( barring off disks).

Pengangkat rangkaian pendangir
rangkaian pendangir yang terpasang pada traktor diangkat dengan tuas tangan. Kemudian, tangkai yang dioprasikan roda gigi dipasang pada traktor dan dihubungkan dengan rangkaian tadi melalui susunan penghubung sedemikian rupa, sehingga rangkaian dapat dinaikkan dengan daya . semua rangkaian pendangir diangkat pada waktu bersamaan.

Sekop dan penggaruk
Banyak sekali tipe dan bentuk sekop dan penggaruk yang digunakan untuk pendangiran tanah dan pembasmian gulma. Sekop terdiri dengan lebar sampai kira – kira 3,5 inci (8,9cm), tapi penggaruk dapat diperoleh dengan lebar yang berkisar dari 6 sampai 24 inci (15,2 sampai 61,0 cm). lebar atau ukuran dalam inci dengan bilangan genap seperti 6,8,10,12 (15,2; 20,3; 25,4; 30,5cm) dan sampai 24 inci (61 cm). tipe tanah, jenis tanaman, dan gulma mempengaruhi sekop atau penggaruk yang digunakan. Penggaruk yang dirancang untuk pendangir yang ditarik kuda melempar terlalu banyak tanah dan menimbuni tanaman – tanaman kecil bila digunakan dengan kecepatan tinggi pada traktor. Rancangan-rancangan baru penggaruk berkecepatan tinggi mempunyai mahkota dan sayap yang dipasang agak datar  untuk meluncur dibawah tanah pada kedalaman sedikit tanpa melempar terlalu banyak tanah.
Sekop dan penggaruk harus dioperasikan sedangkal mungkin untung mencegah pemangkasan akar tanaman dan dengan demikian melukai tanaman. Penggaruk harus dipasang hamper datar, bila mata terletak pada lantau atau tanah, ujung luar sayap harus dinaikkan hanya kira-kira 1/8 sampai ¼ inci (0,3 sampai 0,6 cm) diatas lantai.
Tipe-tipe sekop pendangir;
1.      Mata tombak untuk selongso
2.      Mata tunggal untuk gigi pegas
3.      Mata tunggal untuk selongso
4.      Mata ganda dapat dibalik untuk gigi pegas
5.      Mata ganda dapat dibalik untuk gigi selongso
6.      Mata tunggal untuk gigi pegas

Kecepatan dan tugas pendangir
Kecepatan rata-rata pendangiran dengan kuda biasanya dikatakan sebesar 2,5 mil/jam (4,0 km/jam). Ketika pendangir pertama-tama dipasang pada traktor, banyak operator menggunakan persneling rendah atau menarik gas tangan tidak penuh untuk menahan kecepatan dibawah 2,5 sampai 3,0 mil/jam ,dengan anggapan bahwa mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam pengendalian gulma.
Dengan kelengkapan cangkul putar dan penggaruk berkecepatan tinggi, lebih ekonomis untuk mengoperasikan teraktor dengan kecepatan yang lebih tinggi ketimbang pada kecepatan rendah, karena kecepatan tinggi mengakibatkan  penurunan baik jam kerja maupun jam traktor.

Macam – macam pendangir
1.      Pendangir tanaman dalam paliran
Khusus untuk pendangiran tanaman larikan dalam alur pada awal pertumbuhannya. Tanaman larikan dalam paliran adalah tanaman yang ditanam dalam paliran atau alur atau dibawah permukaan tanah pada umumnya. Untuk pendangiran pertama, piringan dipasang untuk melempar tanah menjauhi larikan tanaman. Untuk pendangiran selanjutnya, piringan tadi dipasang untuk melempar tanah kearah larikan tanaman.

2.      Batang penyiang, pendangir lapangan, pendangir bawah tanah dan tajak pendangir
Pendangir-pendangir ini umumnya digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan gulama pada lahan bera.

3.      Cangkul putar pendangir
Cangkul putar adalah alat pendangir yang digunakan untuk menyiang dan membasmi gulma dan rumput disekitar tanaman muda. Bila mana hujan menyebabkan terbentuknya kerak yang keras diatas tanah dan menghalangi munculnya semai diatas tanah, cangkul putar merupakan perkakas yang amat baik untuk menggemburkan kerak tanah.perkakas itu dapat digunakan dengan menguntungkan pada tanaman jagung , kapas, kedelai, kentang dan tanaman biji-bijian yangmasih muda.
Cangkul putar terdiri dari 2 rangkaian cangkul yang berupa roda-roda. Satu rangkaian ditempatkan dibelakang yang lain, dan roda-roda diatur dengan jarak sedemikian rupa, sehingga roda-roda rangkaian belakang menjorok kedepan diantara roda-roda rangkaian depan. Beberapa unit untuk 2 dan 3 larik mempunyai poros yang kokoh, sedangkan unit-unit yang yang lebih besar untuk digunakan dengan traktor tersusun atas bagian-bagian sedemikian rupa, sehingga setiap bagian dapat mengikuti kontur tanah.
Cangkul putar harus digunakan dengan laju kecepatan yang cukup tinggi. Pekerjaan yang baik dapat dilaksanakan dibawah kondisi tertentu pada kecepatan 10 mil/jam (16 km/jam). Jaka tanaman besar-besar terdapat kecenderungan gigi-gigi roda mengait daun-daun dan mencabut tanaman.
Bila cangkul putar dijalankan ke belakang atau dengan gigi-gigi terbalik, maka terjadilah alat seperti penumpuk untuk menggilas tunggul-tunggul jerami dan sisa-sisa tanaman lainnya tanpa terjadi penyumbatan. Alat ini mencabik-cabik gumpalan-gumpalan yang besar, memadatkan tanah dari bawah dan pada waktu bersamaan memijak benih masuk ke dalam tanah yang telah digarap yang bersih dan mantap melalui sisa-sisa pada permukaan yang dapat menjadi pelindung. Alat ini juga menjadi penyebar benih yang baik, bilamana dilengkapi dengan kotak benih.

2.      PENGENDALI GULMA SECARA KIMIAWI

a.       Pemberian zat kimia pra-pemunculan
Formula-formula dinitro -o- butilfenol sekunder telah menunjukkan hasil yang menggembirakan beberapa herbisida diberikan kepada tanah dan dicampur dengan tanah sebelum penanaman; kegiatan ini diacu sebagai pra-tanam. Untuk memperoleh hasil yang baik dengan herbisida pra-pemunculan,adalah sangat pentimg bahwa sisa-sisa tumbuhan dari tanaman sebelumnya disingkirkan atau dibuang seluruhnya. Lahan yang akan ditanami harus disiapkan dengan baik, sehingga bgian tanah yang ditanami dibellakang mesin tanam tetap tinggal serat. Bagian yang ditanami atau larikan harus sedikit lebih tinggi daripada bagian tengah untuk mencegah agar tanah yang mengandung biji gulma, tercuci, tertiup angin,atau terdorong ke bagian yang sedang dikerjakan. Sebuah roda tekan atau penggilas dengan lebar 12 sampai 14 inci perlu dipasang dibelakang pembuat paliran pada mesin tanam untuk meratakan dan memadatkan dan tanah yang harus disemprot. Sebuah anjungan semprotan dipasang pada traktor yang bersama dengan mesin tanam. Nosel penyemprot dipasang di bagian belakang roda tekan atau penggilas
Hasil-hasil terbaik dengan zat-zat kimia pra-pemunculan telah dicapai dimana semprotan diberikan dicirikan pada tanah lembab langsung dibelakang roda tekan atau penggilas. Frekuensi hujan harus sedemikian, hingga hujan turun antara waktu penanaman dan pemunculan untuk menahan zat-zat kimia dalam lapisan tanah permukaan. Dimana hujan tidak muncul sampai setelah munculnya tanaman yang dibudidayakan, tetesan air hujan akan memercikan tanah yang gembur dan zat kimia keatas kepala semai yang masih muda dan mungkin akan terjadi kerusakan. Zat-zat kimia dibagian atas sampai 1/8 inci dari permukaan mencegah perkecambahan biji gulma berumur pendek (annual) selama 2 sampai 3 minggu.

b.      Pemberian zat kimia pasca pemunculansenyawa-senyawa seperti dinitro selektif, CIPC, dan turunan-turunan 2,4-D (2,4-dichlorophenoxyaccticacid), dapat digunakan sebagai bahan semprotan pasca pemunculan untuk tanaman jagung, biji-bijian, serta jenis-jenis rumput tertentu yang dibudidayakan.

3.      API SEBAGAI PENGENDALI GULMA

Api telah digunakan oleh kereta api untuk membasmi gulma selama bertahun-tahun. Api juga telah lama digunakan oleh peternak untuk membakar duri-duri kaktus sehingga ternak dapat memakan kaktus dalam waktu musim kering yang panjang. Penggunaan api untuk pengendalian gulma dan rumput diantara tanaman yang ditanam dalam larikan merupakan perkembangan yang relative baru. Peralatan ini terdiri atas tangki bahan bakar, pipa-pipa penyalur, katup-katup pengatur, dan alat pembakar. System ini dipasang pada traktor dengan penyalaan untuk alat-alat pembakaran. Alat-alat pembakaran disediakan dimasing-masing sisi pda 2 atau 4 larikan. System 2 larik memerlukan 4 alat pembakaran dan 4 larik memerlukan 8 alat pembakaran.alat pembakaran dipasang dengan sudut 30 sampai 45 terhadap  garis horizontal, sehingga akan mengarahkan nyala api biru panas yang langsung dekat dengan tanah pada jarak kira-kira 2 inci disamping tanaman pada sisi alat pembakar. Lebar mulut alat pembakar sebaiknya sebesar 8 sampai 10 inci. Tanaman yang disiangi harus lebih kuat dan lebih besar daripada rumput dan gulma yang harus dibasmi. Alat pembakar dilengkapi dengan pengatur vertical dan horizontal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar